Skip to content

Psikolog jelaskan tahapan mengatasi rasa kehilangan

Written by

kopawdkp

Kehilangan seseorang yang kita cintai adalah salah satu pengalaman paling menyakitkan dalam hidup. Rasa kehilangan ini bisa dirasakan ketika seseorang meninggal, berpisah, atau bahkan ketika seseorang kehilangan pekerjaan atau harta benda yang penting baginya. Bagi sebagian orang, mengatasi rasa kehilangan ini bisa sangat sulit dan memerlukan waktu yang cukup lama.

Sebagai seorang psikolog, saya sering bertemu dengan klien yang mengalami rasa kehilangan dan mencari cara untuk mengatasinya. Berikut adalah tahapan yang biasanya dilalui oleh seseorang ketika menghadapi rasa kehilangan:

1. Penolakan
Tahap pertama yang biasanya dialami oleh seseorang yang kehilangan adalah penolakan. Mereka mungkin tidak bisa menerima kenyataan bahwa seseorang yang mereka cintai telah pergi atau bahwa mereka telah kehilangan sesuatu yang penting baginya. Hal ini adalah reaksi alami yang bisa terjadi pada siapa saja.

2. Kemarahan
Setelah melewati tahap penolakan, biasanya seseorang akan merasakan kemarahan. Mereka mungkin marah pada diri sendiri, orang lain, atau bahkan pada Tuhan karena kehilangan yang mereka alami. Kemarahan ini adalah cara alami bagi seseorang untuk melepaskan emosi negatif yang mereka rasakan.

3. Negosiasi
Tahap selanjutnya adalah negosiasi, dimana seseorang akan mencoba untuk mencari cara agar kehilangan tersebut tidak terjadi. Mereka mungkin berusaha mencari cara untuk mengembalikan apa yang telah hilang atau mencari pengganti dari hal tersebut. Namun, pada akhirnya mereka akan menyadari bahwa kehilangan tersebut tidak bisa diubah.

4. Depresi
Setelah melewati tahap negosiasi, biasanya seseorang akan merasakan depresi yang mendalam. Mereka mungkin merasa sedih, kehilangan minat dalam aktivitas sehari-hari, dan merasa tidak berdaya. Depresi ini adalah tahap yang penting dalam proses penyembuhan karena pada tahap ini seseorang mulai menerima kenyataan bahwa kehilangan tersebut nyata.

5. Penerimaan
Tahap terakhir adalah penerimaan, dimana seseorang mulai menerima kenyataan bahwa kehilangan tersebut adalah bagian dari hidup mereka. Mereka mungkin masih merasakan sedih, namun mereka mulai bisa melihat masa depan dengan lebih optimis dan mulai membangun kehidupan baru setelah kehilangan tersebut.

Sebagai seorang psikolog, saya selalu menyarankan klien-klien saya untuk memberikan diri mereka waktu yang cukup untuk melewati setiap tahapan ini. Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam mengatasi rasa kehilangan, namun yang terpenting adalah mereka harus memahami bahwa rasa kehilangan tersebut adalah bagian dari proses penyembuhan dan bukan sesuatu yang harus disembunyikan atau dihindari. Dengan memberikan diri waktu dan dukungan yang cukup, seseorang akan bisa melalui proses tersebut dengan lebih baik dan mampu membangun kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Previous article

Sandiaga Uno apresiasi upaya peningkatan daya tarik wisata Sari Ater

Next article

Album: Keindahan pemandangan musim gugur di Pulau Utara Selandia Baru