Skip to content

Gejala lupus pada anak lebih gawat dari orang dewasa

Written by

kopawdkp

Lupus merupakan penyakit autoimun yang dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Gejala lupus pada anak seringkali lebih gawat daripada pada orang dewasa, sehingga perlu perhatian dan penanganan yang lebih intensif.

Gejala lupus pada anak umumnya mirip dengan gejala pada orang dewasa, namun bisa lebih parah dan mempengaruhi berbagai organ tubuh. Beberapa gejala lupus pada anak yang perlu diwaspadai antara lain ruam kulit yang persisten, nyeri sendi, demam, kelelahan, gangguan ginjal, gangguan pernapasan, dan gangguan jantung.

Dibandingkan dengan orang dewasa, anak-anak yang menderita lupus memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi. Misalnya, kerusakan ginjal pada anak dengan lupus dapat terjadi lebih cepat dan lebih parah, sehingga dibutuhkan penanganan yang lebih agresif untuk mencegah kerusakan permanen.

Selain itu, lupus pada anak juga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mereka. Anak-anak yang menderita lupus seringkali mengalami keterlambatan pertumbuhan, gangguan perkembangan tulang, dan gangguan kognitif. Oleh karena itu, pengelolaan lupus pada anak harus dilakukan secara holistik dengan melibatkan berbagai spesialis, seperti reumatolog, nefrolog, dan ahli jantung.

Penting bagi orangtua untuk selalu memperhatikan gejala lupus pada anak dan segera membawanya ke dokter jika terjadi gejala yang mencurigakan. Dengan diagnosis dini dan penanganan yang tepat, gejala lupus pada anak dapat dikendalikan dan komplikasi dapat dicegah. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika anak Anda mengalami gejala lupus, karena kesehatan anak adalah prioritas utama.

Previous article

Kebaya bisa jadi identitas nasional berbasis kelokalan

Next article

Kiat padu padan pakaian bermotif ala Andien Aisyah